Ads 720 x 90

TERKUA4K Pela4ku Video Pamer C3lana Dalam Saat Naik Motor Ternyata

 


Video viral yang memperlihatkan pengendara sepeda motor pamer celana dalam (celdam) kini ditangani polisi.

Video itu memperlihatkan sosok pelaku diduga wanita membuka rok mininya dan dengan santai memamerkan celana dalam yang ia kenakan.


Pengendara berambut panjang itu mengendarai sepeda motor Honda Beat berpelat nomor AA 3889 JA melaju ruas jalan yang sepi.


Sementara seseorang merekam aksinya dari belakang.

Aksi memamerkan celana dalam tampak dilakukan sebanyak dua kali di ruas jalan berbeda.


  Tak cuma itu, beredar juga video yang membeberkan identitas wanita tersebut berdasarkan plat nomor Honda Beat yang dikemudikannya.



Video tersebut dibagikan oleh akun Instagram polsekmagelangselatan.


"Ayo Mba Ida, diklarifikasi video viralmu biar warganet tidak salah paham dan tidak ada yang mengikuti jejakmu yang mbebayani," tulis @polsekmagelangselatan.


Saat ini Polres Magelang Kota telah menangani kasus tersebut.



Kasat Reskrim Polres Magelang Kota AKP Dewa Gede Ditya Krisnanda menyatakan, S dan R memiliki jenis kelamin laki-laki.


"Ya (Mbak Ida) laki-laki sesuai KTP-nya," terang Dewa dilansir dari Kompas.


Viral di Medsos Identitas Diduga Wanita Pamer Celana Dalam saat Naik Motor, Polisi Beberkan Fakta (Tangkapan layar di Instagram)


Dewa menjelaskan pria berinisial S itu memang akrab dipanggil Mbak Ida.


Selain meminta klarifikasi kepada S, polisi juga meminta klarifikasi perekam video tersebut.


"Yang merekam video saudara R, laki-laki juga," tuturnya.


Lebih lanjut, Mbak Ida juga mengakui video tersebut dibuat hanya demi konten semata.


"Sementara iya (konten TikTok)," ujar Kapolres Magelang Kota AKBP Nugroho Ari Setyawan pada Kamis (19/7/).



Nugroho menjelaskan polisi sudah meminta klarifikasi pada dua orang yakni yang terekam pamer celana dalam yakni S (32) dan perekamnya yakni R (24).


Polisi masih menyelidiki video tersebut.


"Jadi saat ini, kita sedang melakukan penyelidikan untuk menetapkan apa ini peristiwa pidana atau tidak," ucap Nugroho.



Ditanya soal dugaan pornoaksi, Nugroho mengatakan, perlu dikaji dulu lebih lanjut.


"Itu dalam kaitan klausul pasal yang mana, ini harus dirumuskan dulu. Pornoaksi dalam kaitan undang-undang apa ini. Kita rumuskan dulu," imbuh Nugroho.


(TRIBUNJAKARTA/KOMPAS)

Ads 720 x 90