Ads 720 x 90

M4sih Ingat G4dis Muda Istri Syekh Puji? Dulu B4nyak yang Iba, Kini Nasipnya Berubah Drastis

 


TRIBUNNEWSMAKER.COM - Masih ingat gadis muda istri Syekh Puji? dulu banyak yang iba, kini nasipnya banyak berubah.

Syekh Puji merupakan pria paruh baya berusia 54 tahun pada saat menikahi Ulfa.

Ulfa seorang gadis yang saat tahun 2008 berusia 12 tahun tergolong masih di bawah umur.

Pernikahan pria asal Semarang tersebut akhirnya membuat gempar seluruh Indonesia.

Meski dulu menjadi kontroversi, namun kini rumah tangga Ulfa dan Syekh Puji semakin langgeng dan harmonis.

Ulfa yang bernama lengkap Ulfa'>Lutfiana Ulfa kini sudah memiliki 2 anak dari Syekh Puji.


Ulfa sewaktu dinikahi Syekh Puji masih tampak lugu dan polos kini mulai berubah.

Istri muda Syekh Puji tersebut kini terlihat semakin cantik, dewasa dan modis.

Dengan penampilan yang lebih cantik banyak orang pangling melihat Ulfa istri Syekh Puji.

Pernikahan di bawah umur memang sedang jadi buah bibir di kalangan masyarakat Indonesia.

Ratusan kasus perkawinan anak dilaporkan terjadi selama pandemi Covid-19 di Indonesia.

Selain dengan alasan "menghindari zina", pernikahan anak juga didorong faktor kesulitan ekonomi.

"Nyesel sekali, nyesel," kata Eni, bukan nama sebenarnya, warga sebuah desa di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang anaknya baru saja menikah Mei lalu.

Pada Agustus lalu, Eni berkeluh kesah, ia gelisah membayangkan nasib putrinya, Mona, (bukan nama sebenarnya), yang menjadi istri orang di usia 14 tahun.

Meski merupakan pengantin baru, Eni mengatakan putrinya, yang disebutnya 'masih anak-anak dan labil' itu telah mengeluhkan kelakuan suaminya.


Mona mengatakan suaminya yang lebih tua empat tahun darinya, berkali-kali memukulnya hingga mencakarnya.


Eni mengatakan hal itu membuatnya begitu menyesal telah mengizinkan putrinya menikah.


Situasi itu tak lepas dari pandemi Covid-19 yang menyebabkan anak-anak tak bisa kembali ke sekolah.


Eni mengatakan, karena tidak bersekolah secara tatap muka, putrinya semakin sering pacaran dan pacarnya saat itu disebut Eni 'semakin sering ngapel ke rumah'.


Tak lama, mereka minta dinikahkan.


Desakan itu membuat Eni merestui perkawinan anaknya yang digelar secara agama dan "disaksikan banyak orang".


Mona kini tinggal bersama suaminya.

Ia tak lagi sekolah, sementara suaminya baru mendapat pekerjaan informal dengan penghasilan di bawah upah minimum provinsi.

Apa yang terjadi pada Mona hanyalah satu kasus dari banyak perkawinan anak yang terjadi di masa pandemi.

 Di NTB saja, sekitar 500 perkawinan anak dilaporkan telah terjadi dalam masa pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Pelaksana Harian Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi NTB Dede Suhartini, yang mengatakan data itu diterimanya dari organisasi nirlaba di wilayah itu.

NTB adalah satu dari 13 provinsi di Indonesia, yang menurut data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), mengalami kenaikan angka pernikahan anak di atas batas nasional dalam periode 2018-2019.

Ads 720 x 90