Ads 720 x 90

Dilarang Dalam Agama, Jangan Lakukan 6 Hal Berikut Saat DiRanjang

 


Didalam kem4lu4nmu tersebut tersedia sedekah. ” Sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kami mendapat pahala bersama mengg4uli istri kami?. 

” Rasulullah menjawab, “Bukankah bila kalian menyalurkan n4fsu di jalan yang haram akan berdosa? Menjadi begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala. ” (Hr. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah)&Nbsp;

Sahabat, Islam mengajarkan kami segala hal bersama mendetail, terhitung juga perihal hubung4n int1m didalam tempat tinggal tangga. Tersedia lebih dari satu hal yang bukan diperbolehkan berkaitan bersama dengan hubung4n tubuh antara suami dan juga istri, sayangnya… rakyat awam berlimpah yang belum sadar hal ini, mampu menjadi gara-gara diakui tabu, atau gara-gara memang bukan tertarik untuk melacak menyadari. 

Apa sajakah Larangan di dalam berhubung4n int1m, layaknya yang dijelaskan di dalam ayat dan juga hadits? 

&Nbsp;

Simak pemaparannya sebagaimana berikut :&Nbsp;

1. Dilarang berhubung4n intim tanpa membaca doa 

“ Bismillah. Allahumma jannabnasyoithona wa jannabisyaithona maa rojaktanaa” 

Artinya : Bersama julukan Allâh. Ya Allâh, hindarkanlah kita berasal dari syetan dan jagalah apa yang engkau rizkikan terhadap kita berasal dari syetan 

Rasulullah saw. bersabda : Jikalau tidak benar seorang mereka akan mengg4uli istrinya, hendaklah ia membaca :

“Bismillah. Ya Allah, jauhkanlah kita berasal dari setan dan jauhkanlah setan berasal dari apa yang Engkau karuniakan terhadap kita”. Gara-gara bila ditakdirkan hubung4n terhadap mereka berdua tersebut membuahkan anak, menjadi setan bukan akan membahayakan anak tersebut selamanya. (Shahih Muslim No. 2591)

2. Dilarang berhubung4n int1m tanpa pendahuluan 

Islam mengajarkan jima yang disertai bersama pendahuluan ungkapan perasaan kasih sayang layaknya ucapan romantis, cium4n dan c*mbu r4yu dan juga bukan mengajarkan berhubung4n tubuh

tanpa adanya pendahuluan. Hal ini disesuaikan bersama : Sabda Rasul Allâh SAW :&Nbsp;

&Nbsp;

“Siapa juga diantara kamu, janganlah menyamai isterinya layaknya seekor fauna bersenggama, tetapi hendaklah ia dahului bersama dengan perantaraan. Sesudah tersebut, tersedia yang bertanya : Apakah perantaraan tersebut? 

&Nbsp;

Rasul Allâh SAW bersabda, “Yaitu cium4n dan juga bebrapa ucapan romantis”. (Hr. Bukhâriy dan Muslim).

3. Dilarang berhubung4n int1m tanpa epilog/selimut 

Berasal dari ‘Atabah bin Abdi As-Sulami jikalau kalau kalian mendatangi istrinya (Berjim4’), menjadi hendaklah memakai epilog dan juga janganlah tel4njang layaknya dua ekor himar. (Hr Ibnu Majah)

Maksudnya yaitu jangan bertel4njang layaknya fauna yang kelihatan kemalu4nnya selagi berjima. tetapi pakailah selimut sebagai epilog, atau bertel4njang didalam selimut. 

4. Dilarang berhubung4n intim lewat dub*r/4nus 

&Nbsp;

Berasal dari Abi Hurairah Radhiallahu’Anhu. jikalau Rasulullah Shallallahu’Alaihi wasallam bersabda, “Dilaknat orang yang menyetubuhi wanita di dub*rnya”. (Hr Ahmad, Abu Daud dan juga An-Nasai)&Nbsp;

&Nbsp;

Pasti saja dikarenakan dub*r/4nus yaitu daerah pembuangan kotoran, yang membahayakan kesegaran bila berhubung4n suami-istri melaluinya. 

5. Dilarang berhubung4n int1m saat istri h4id 

“Mereka bertanya padamu mengenai h4idh. Katakanlah : “H4idh tersebut adalah kotor4n”. Oleh dikarenakan tersebut hendaklah kamu menjauhkan diri berasal dari perempuan di sementara h4idh ; dan janganlah anda mendekati mereka, sebelum mereka kudus. Kalau mereka udah kudus, maka campurilah mereka tersebut ditempat yang diperintahkan Allâh kepadamu. Sesungguhnya Allâh menyukai orang-orang yang taubat dan juga menyukai orang-orang yang mensucikan diri. ” (Qs. Al-Baqarah/2 : 222)&Nbsp;

&Nbsp;

6. Dilarang menyebarluaskan persoalan hubung4n int1m 

“Sesungguhnya di antara manusia yang paling jelek kedudukannya di segi Allah Subhanahu wa Ta’Ala terhadap hari Kiamat yaitu laki-laki yang menyetub*hi istrinya dan istrinya mengimbuhkan kepu4san kepadanya, lalu menyebarkan misteri istrinya. ” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim (2597) dan Abu Dawud (4227).&Nbsp;

Ads 720 x 90